[Baca Novel Roman Dewasa] Getting Her Heart Back - Chapter 32 (2/3)

[Baca Novel Roman Dewasa] Getting Her Heart Back - Chapter 32 (2/3) - Hallo ѕаhаbаt Mari Membaca Novel, Pаdа Artikel уаng аndа bаса kali іnі dеngаn judul [Baca Novel Roman Dewasa] Getting Her Heart Back - Chapter 32 (2/3), kаmі tеlаh mempersiapkan аrtіkеl іnі dеngаn bаіk untuk anda bаса dan аmbіl іnfоrmаѕі dіdаlаmnуа. mudаh-mudаhаn isi роѕtіngаn Artikel Getting Her Heart Back, уаng kаmі bagikan іnі dapat аndа pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : [Baca Novel Roman Dewasa] Getting Her Heart Back - Chapter 32 (2/3)
link : [Baca Novel Roman Dewasa] Getting Her Heart Back - Chapter 32 (2/3)

Baca juga


[Baca Novel Roman Dewasa] Getting Her Heart Back - Chapter 32 (2/3)

Hari ini berlalu dengan santai. Setelah jalan-jalan, aku mengantar Alfie lebih dulu karena rumah Rastanti lebih dekat lalu Saira dan anaknya. Mama Saira memintaku untuk singgah sebentar, lagi-lagi aku menolak. Sebelum tiba di rumahnya, Saira sudah mengingatkanku soal sikap Mama-nya terhadapku dan terang-terangan mengakui bahwa dia sangat mendukung apabila hubungan kami lebih dari ini. Menurutnya, kami serasi dari segi status hubungan dan juga status sosial. Dari sana, aku memahami bahwa mungkin saja halangan di antara Saira dan Sidney adalah restu ibunya. Jika kedua status itu merupakan kriteria yang penting bagi ibunya, Sidney juga memenuhi syarat. Meskipun tidak menjelaskannya secara langsung padaku, aku bisa merasakan kebencian ibunya pada Sidney atas perbuatannya di masa lalu.

Setelah semua penumpang turun dari mobil, suasana kembali sunyi. Setiap kesunyian tiba, aku kembali berandai-andai waktu bisa kembali diputar. Tapi, semakin berkhayal, semakin itu menjatuhkanku dengan keras. Kenyataannya, semua sudah hancur. Yang tersisa hanyalah amarah dan kecewa.

Aku harap malam ini aku bisa tertidur lebih cepat karena lelah menyetir seharian. Aku sudah membayangkan empuknya ranjang saat memasuki area parkir apartemen ketika turun dari mobil lalu berjalan menuju elevator terdekat. Tapi, bayangan itu tiba-tiba buyar saat menemukan sosok seorang laki-laki berkaca mata tengah berdiri di depan sebuah mobil sedan yang parkir tidak jauh dari elevator.

“Selamat malam, Pak Harrish,” sapa dia.

Aku hampir tak bereaksi ketika melihat mantan PA yang sudah menjebakku di saat harusnya aku memukul dia. Aku hanya merasa heran, berani juga dia menemuiku. Dia pasti tahu resiko menemuiku saat ini karena begitu melihat wajahnya, aku akan bertindak.

“Mau apa kamu?” tandasku.

Fero terlihat amat tenang; tiada rasa gentar di wajahnya saat dia mendekat ke arahku dengan membawa sesuatu. Sebuah map.

Mengapa dia terlihat begitu menguasai keadaan?

“Saya datang ke sini untuk memberikan titipan ini kepada Bapak,” dia berkata dan menyodorkan amplop coklat yang tampak penuh itu.

“Titipan?” aku memandangi amplop itu tanpa langsung menerimanya. “Dari siapa?”

“Sebaiknya Bapak membukanya di rumah,” kata dia tampak menolak untuk menjawab dan tentu itu sedikit memancing emosi.

Seketika, aku menarik bajunya dan menjadi begitu ingin melampiaskan amarahku. “Jangan mempermainkan saya!” kataku dan kulihat wajah yang kelihatan tenang itu berubah cemas.

“Sabina!” jawab suara perempuan yang entah muncul dari mana.

Kusadari ada orang lain yang menunggu di dalam mobil sedan itu dan aku cukup terperanjat melihat wajah yang tak mungkin kulupakan itu. Jessica, salah satu pelacur Sendra sekaligus sahabat baik Sabina yang pernah membuat kami dalam masalah. Sudah lama aku tidak melihat dan bahkan mendengar kabar darinya bahkan dari Sabina. Setahuku setelah dia mempermalukan kami dengan selembar foto, hubungannya dengan Sabina merenggang.

Dia turun dari mobil untuk menghentikanku memberi pelajaran pada laki-laki itu.

Genggamanku melemah. Aku tak menyangka, ternyata begitu banyak musuh yang berada di belakang layar untuk menghancurkanku. Dan perempuan ini sama sekali tidak pernah ada dalam kecurigaanku sebelumnya. Aku melewatkannya.

“Itu titipan dari Sabina karena waktu itu dia nggak berhasil bicara dengan kamu,” kata Jessica, tampak memohon agar aku melepaskan Fero yang entah apa hubungannya dengan dia.

Ya, karena mendengar nama Sabina disebut, aku melepaskannya.

Fero kembali menyodorkan map itu agar aku mengambilnya dengan cepat. Sementara Jessica tampak begitu berhati-hati.

“Perlu berapa orang yang bersekongkol hanya untuk menghancurkan satu orang?” tanyaku pada mereka, mengambil map itu dengan kasar. “Apa kalian puas?”

Keduanya hanya menatapku lemah di saat harusnya mereka tersenyum penuh kesombongan.

“Sebenarnya apa hubungan kalian?” aku jadi ingin bertanya setelah menatapi mereka satu persatu dengan tajam; berusaha untuk mengendalikan diri. Tidak mungkin aku memukul Fero yang aku tahu persis tidak akan melawan. Sedangkan yang satunya lagi perempuan.

“Fero adikku,” jawab Jessica dengan cepat. Masih dengan wajah khawatir kalau-kalau aku kembali menarik kerah baju adiknya dan kali ini benar-benar memukulnya.

Aku ingin tertawa sekeras-kerasnya. Oh, pantas saja.

“Isi map itu akan menjelaskan semuanya,” kata Jessica.

“Semacam pembelaan atas perbuatan kalian?” balasku, terkekeh.

Mereka tidak menjawab; hanya saling tatap satu sama lain.

“Kami ke sini hanya untuk membantu Sabina menyampaikan pesannya. Kami nggak berhak untuk memberikan penjelasan apa-apa,” kata Jessica, sambil menggamit lengan adiknya.

Mereka menuju ke mobil di saat aku tertegun; masih bertanya-tanya, ada apa sebenarnya?

Jessica menoleh padaku, masih dengan raut khawatir itu. “Tapi, aku bisa memberi tahu kalau.... kami... aku dan adikku sama sekali nggak bekerja untuk Sendra,” katanya dan segera masuk ke mobil.

Fero langsung menyalakan mobil begitu duduk di belakang setir.

Penjelasan singkat itu membuatku terdiam sangat lama. Aku ingin tahu lebih banyak tentang apa yang sebenarnya terjadi?

*** 



Dеmіkіаnlаh Artikel [Baca Novel Roman Dewasa] Getting Her Heart Back - Chapter 32 (2/3)

Sеkіаnlаh artikel [Baca Novel Roman Dewasa] Getting Her Heart Back - Chapter 32 (2/3) kаlі іnі, mudаh-mudаhаn bіѕа mеmbеrі mаnfааt untuk anda ѕеmuа. bаіklаh, ѕаmраі jumра dі postingan artikel lаіnnуа.

Andа ѕеkаrаng mеmbаса artikel [Baca Novel Roman Dewasa] Getting Her Heart Back - Chapter 32 (2/3) dеngаn lіnk https://ebookzea.blogspot.com/2020/08/baca-novel-roman-dewasa-getting-her_7.html

0 Response to "[Baca Novel Roman Dewasa] Getting Her Heart Back - Chapter 32 (2/3)"

Post a Comment