Judul : [Baca Novel Dewasa] What They Say About You Ch. 21 (Hal.71)
link : [Baca Novel Dewasa] What They Say About You Ch. 21 (Hal.71)
[Baca Novel Dewasa] What They Say About You Ch. 21 (Hal.71)
Aku membuka mataku. Pecahan mimpi yang baru saja kulihat tersapu oleh suara pintu yang terbuka disambut dengan suara botol yang berguling di lantai. Aku terkejut, ada penyusup! Namun, ketika aku bangkit yang kutemukan adalah sesosok perempuan kantoran dan berkaca mata tengah mendekat ke arahku. Dia tampak mengamati sekitarnya, sebelum dia kembali fokus kepadaku.
“Oh My God, you look like shit...,” komentarnya sambil mengitari meja yang penuh dengan sampah untuk bisa sampai ke tempatku.
Menyadari bahwa dia hanyalah adikku, aku kembali menjatuhkan badanku di atas sofa. Cahaya matahari rupanya telah mengisi seluruh ruang dan aku sedikit kecewa ini sudah siang. Aku menatap langit-langit rumahku sejenak sebelum tersadar bahwa Reggina sudah kembali seperti semula. Ah, aku sudah lama tidak pulang. Aku juga tidak menemui siapa-siapa sejak itu.
“You’re back?” aku bertanya sambil mencari-cari sesuatu di antara botol-botol minuman yang sudah kosong. Aku melihat sekaleng bir yang sepertinya belum kosong. Tapi mengetahui kaleng itu ringan sekali membuatku kesal sehingga aku membantingnya ke sudut ruangan. Aku kehabisan minuman di saat aku begitu haus.
Reggina terdengar menghela nafas. Ketika aku memandangnya, dia terlihat begitu kecewa. Adikku sudah kembali ke kantor dan bekerja; hidup normal seperti sedia kala.
“Semua orang harus bangkit,” jawab dia. “But, unfortunately, you were never home.”
Aku hanya tertawa sinis. “My home is here...,” jawabku dengan malas.
Reggina kembali menatapi sekitarnya. “This place smells like hell,” balasnya. Lalu menghela nafas. “Kamu menghalau semua orang dari kehidupan kamu dan menghilang. Kalau kamu nggak bisa melepaskannya, bukan begini caranya.”
“Terus aku harus gimana?” tandasku.
“Kamu mempunyai kehidupan, Sid...,” dia berkata.
“Kehidupan yang mana?!” teriakku. “Kehidupan mana yang kumiliki saat ini?!”
Reggina memalingkan wajahnya sejenak sebelum kembali menatapku. “Aku ke sini bukan untuk berdebat dengan kamu,” kata dia, berusaha tenang dan tampaknya masih ada lagi yang ingin dia katakan padaku. Mungkin saja banyak.
Selama aku di sini, aku tidak pernah ingin bertemu siapa pun. Aku memutus komunikasi dengan keluargaku hingga bahkan aku tak tahu lagi entah berapa lama waktu yang telah bergulir di tempat ini. Aku membiarkan dunia di luar sana berputar sedang di duniaku ini, matahari telah lama tenggelam dan tak pernah kembali. Semuanya gelap.
“Take this,” kata Reginna padaku seraya menyerahkan sesuatu; sebuah handphone. “Kamu meninggalkannya di rumah.”
“Aku nggak membutuhkannya,” kataku. Memangnya siapa yang akan kuhubungi dan siapa juga yang akan meneleponku?
“Sepertinya aku sudah mengatakan hal yang salah,” dia kembali memulai pembicaraan di saat aku ingin melanjutkan tidurku oleh karena kepalaku yang berat.
Aku pikir aku sudah terbiasa dengan rasa sakit ini karena aku tidak pernah tertidur lelap jika tidak mabuk terlebih dahulu. Dan botol-botol kosong itu adalah saksi bisu bahwa aku tak pernah berhenti berusaha mengubur kenanganku dalam-dalam. Dalam pikiranku, aku telah berlari sangat jauh dari kenyataan yang kubenci tapi ketika terbangun, aku kecewa karena ternyata aku tak ke mana-mana. Aku tak pernah beranjak dari kenangan itu.
“Kami pikir dengan mengatakan ‘lupakan’ kamu akan memulai semuanya dari nol,” dia melanjutkan. “Tapi, aku keliru, Sid, kamu nggak memulai apa-apa dan malah semakin terpuruk. Aku pernah lihat kamu begitu kacau sebelum Daddy meninggal, tapi nggak separah ini....”
“Pergilah...,” kataku. Aku tak tahan dengan ocehan adikku yang seolah ingin mengatur semuanya lagi. Aku sangat trauma dengan hal itu. Aku hanya ingin sendiri, dengan diriku. Aku tak membutuhkan orang lain untuk mengatakan apa yang harus kulakukan walau aku sendiri tak tahu apa yang harus kulakukan.
“Sid,...” adikku mulai terdengar memohon agar aku mendengarkannya. “Kamu nggak bisa seperti ini terus....”
“Just... go away, Reggie...,” kataku sambil menunjuk ke pintu.
Reggina menatapku sambil mengerutkan dahinya. Dia tampak kecewa tapi aku tak mau melihatnya dulu. Aku tidak ingin bertemu siapa pun. Dia tidak berkata apa-apa lagi padaku namun dia meninggalkan sesuatu di atas meja sebelum pergi dengan wajah kesal. Sebuah surat dengan amplop putih bertuliskan nama dan alamat rumahku. Surat itu ditulis oleh Saira dan dikirim lewat pos; bahkan dijaman yang sudah secanggih ini dia masih menulis surat?
Dengan tidak sabar, aku merobek amplopnya dan mendapati surat hampir setebal sebuah buku. Aku mulai membaca halaman pertama dengan tangan yang gemetaran.
Dear Sidney,
Aku baru mendengar kabar duka tentang keluarga kamu. Tapi, aku menulis surat ini bukan karena hal itu. Maaf, setelah hampir satu tahun berlalu, aku baru bisa mengirimnya. Percayalah, Sidney, ini bukan karena aku sengaja untuk bersembunyi. Aku hanya merasa lelah dengan segala hal yang harus kujalani untuk melanjutkan hidupku. Semuanya terasa sangat berat.
Ingat, aku pernah janji nggak akan ada rahasia dan nggak akan menghilang. Aku menyesal nggak menepati janjiku sehingga aku kembali merasakan kehilangan yang sama sewaktu kamu akhirnya pergi dari sini. Dan kali ini, aku akan mengajak kamu untuk kembali pada semua yang pernah kita tinggalkan. Kita bertemu pada waktu-waktu yang sangat terbatas dan seolah kita ini harus selalu lari dari sesuatu yang akan memisahkan kita. Tapi, saat ini, aku merasa kalau kita nggak terlalu banyak bercerita tentang apa yang terjadi.
Aku tertawa pada kalimat terakhir sebelum aku melanjutkan ke paragraf lain yang juga tak kalah panjang. Aku akan menghabiskan waktu yang cukup lama untuk membaca semuanya sampai selesai. Kupikir ini adalah rahasia terakhir Saira....
What They Say About You -End
Dеmіkіаnlаh Artikel [Baca Novel Dewasa] What They Say About You Ch. 21 (Hal.71)
Andа ѕеkаrаng mеmbаса artikel [Baca Novel Dewasa] What They Say About You Ch. 21 (Hal.71) dеngаn lіnk https://ebookzea.blogspot.com/2020/08/baca-novel-dewasa-what-they-say-about.html

0 Response to "[Baca Novel Dewasa] What They Say About You Ch. 21 (Hal.71)"
Post a Comment