[Baca Novel Dewasa] A Man with Roses Ch. 13 (Hal. 31)

[Baca Novel Dewasa] A Man with Roses Ch. 13 (Hal. 31) - Hallo ѕаhаbаt Mari Membaca Novel, Pаdа Artikel уаng аndа bаса kali іnі dеngаn judul [Baca Novel Dewasa] A Man with Roses Ch. 13 (Hal. 31), kаmі tеlаh mempersiapkan аrtіkеl іnі dеngаn bаіk untuk anda bаса dan аmbіl іnfоrmаѕі dіdаlаmnуа. mudаh-mudаhаn isi роѕtіngаn Artikel A Man With Roses, уаng kаmі bagikan іnі dapat аndа pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : [Baca Novel Dewasa] A Man with Roses Ch. 13 (Hal. 31)
link : [Baca Novel Dewasa] A Man with Roses Ch. 13 (Hal. 31)

Baca juga


[Baca Novel Dewasa] A Man with Roses Ch. 13 (Hal. 31)

 

“Dari mana aja sih lo?” tanya Rory pada Erris yang kelihatan agak lelah.

“Gue nggak enak badan...” jawabnya sambil kembali duduk.

“Pantesan dari tadi lo lesu banget...” komentar Rory tapi ia masih menengok ke sana kemari. “Lo lihat Uki nggak?”

“Tadi gue lihat dia masuk toilet” jawab Erris, kembali acuh dan sepertinya nggak ada yang curiga mereka bertemu dan ia sempat menyeretnya ke ruang karaoke yang kosong.

Rory langsung pergi, mungkin mencari Uki.  Dan Erris punya firasat buruk soal ini. Kenapa dia jadi begitu peduli sama Uki?

“Lo dari mana sih? Lama amat!” semprot Rory begitu ia melihat Uki keluar dari toilet cewek.

Untungnya Uki sudah memastikan bajunya terpasang dengan wajar dan ia menambah dandanannya karena Erris sempat menghancurkannya dengan air mata. Hawa panas tadi masih tersisa di tubuhnya bahkan saat ia sudah dalam perjalanan pulang.

Gelisah itu masih ada. Erris di jok depan sedangkan Rory menyetir. Entah, Erris kelihatan tenang-tenang saja. Sampai Uki akhirnya ketiduran di mobil dan ia dibangunkan oleh Rory karena sudah sampai di rumah kosnya.

Rory kelihatan senang malam ini. Setelah bisanya dia cuma jutekin Uki sampai cewek itu nggak betah bicara dengannya. Bahkan setelah Uki turun dari mobilnya, ia masih senyum-senyum nggak jelas.

“Tuh anak...” gumamnya, melirik Erris di sampingnya. “Gue nggak nyangka dia main gitarnya jago banget”

Erris menoleh padanya. Mulai merasa nggak enak. Dia memang sudah sering cerita soal Uki tapi yang kali ini terasa mulai meresahkan. Mungkin, lantaran di saat ia memikirkan sebuah jalan kembali baginya dan Uki karena nggak bisa menahan perasaannya terhadap Uki, Rory membuat sebuah pengakuan mengejutkan. Kalau pertahanan dirinya nggak sekuat itu saat berhadapan dengan Uki, kejadiannya mungkin bakal lain. Erris selalu menginginkannya.

“Kayaknya gue suka sama tuh cewek,” kata Rory, belum habis senyum di bibirnya. Ia mengusap rambutnya ke belakang sambil senyam-senyum. Lalu ia melirik Erris lagi. “Menurut lo gimana, Ris?”

Erris membeku beberapa saat. “Lo yakin?”

“Ya, gue yakin banget...” tegasnya. “Dia kayaknya juga suka sama gue, Ris. Lo pikir, kenapa dia suka banget nyantronin gue kayak maling?”

Erris sedikit menggerutu. Bisa-bisanya si Rory malah kege-eran. Andai Erris bisa berterus terang padanya bahwa yang bikin Uki nyantronin dia adalah hanya ingin dekat dengan Erris.

Tiba-tiba kepalanya jadi sakit. Apa yang harus ia lakukan sekarang?

***

"Cepat dikit, Ris!" seru Damar yang duduk di depan.

Erris buru-buru masuk mobil karena mereka sudah telat. Hanya kurang dari sepuluh menit sebelum pelajaran pertama dimulai. Begitu Erris naik, Rory langsung mengebut.

Kepalanya masih sakit dan tubuhnya seakan baru jatuh dari gedung lantai lima belas –remuk. Semalam ia nggak bisa tidur. Pertama, karena kelelahan –itu pasti. Kedua, Erris kembali mengulang suasana ruang remang itu di dalam kepalanya dan wajah Uki me-replay di benaknya setiap ia memejamkan mata. Ketiga, ia mulai memikirkan cara untuk bisa memperbaiki keadaan. Keempat, sayangnya itu nggak akan mudah baginya setelah pengakuan Rory yang membuat keadaannya menjadi sulit.

Menyesal? Ya, itu pasti. Karena jika ia mengaku pada teman-temannya sekarang Rory pasti kecewa –kecewa berat. Nah, bagaimana rasanya jadi duri dalam daging, musuh dalam selimut atau menggunting dalam lipatan? Sahabat macam apa yang menyimpan rahasia dari sahabatnya sendiri? Walaupun, Erris memang punya banyak rahasia yang bahkan seluruhnya belum diketahui para sahabatnya, tapi masalah cewek jauh lebih sensitif. Lebih-lebih Rory sudah kasmaran tingkat dewa gara-gara Uki. Bayangkan jika tiba-tiba ia mengaku bahwa ia pernah pacaran dengan Uki, belum lagi jika ia juga harus mengakui bahwa ia sudah nggak perjaka karena mereka akan mau tahu sekali –bah, itu lebih gila lagi.

Ah, kenapa Uki harus mendekati Rory untuk bisa mengulang semuanya dari awal dengan Erris?

“Tumben lo bangunnya telat, Ris?” tanya Laras di sampingnya.

Erris nggak menjawabnya. Entahlah. Entahlah.

"Tau tuh..." celetuk Rory sinis. "Gara-gara dia nih kita jadi telat..."

Erris hanya memutar matanya dan berusaha bersabar beberapa menit ke depan di dalam mobil yang melaju kencang –sambil berdoa, Rory nggak akan menyerempet orang seperti kemarin-kemarin. Bisa panjang urusannya apalagi yang ditabrak nenek-nenek yang nggak kuat jalan.

Begitu sudah sampai di gerbang tepat pada waktunya, semua lega. Lapangan sudah kosong sama sekali dan mereka berhasil masuk sebelum gerbang sekolah ditutup satpam. Tapi, Rory masih melaju kencang ke area parkir seperti kebiasaannya yang meresahkan itu.

"Rory, awas!!!" jeritan Damar di depan menggema di dalam mobil bersamaan bunyi rem berdecit panjang. Semua penumpang terpental ke depan.

Erris dan Laras yang duduk di belakang shock! Mereka melihat seseorang nyaris saja tertabrak. Erris melompat keluar dari mobil saat melihat Uki rubuh tepat di depan mobil Rory!

***



Dеmіkіаnlаh Artikel [Baca Novel Dewasa] A Man with Roses Ch. 13 (Hal. 31)

Sеkіаnlаh artikel [Baca Novel Dewasa] A Man with Roses Ch. 13 (Hal. 31) kаlі іnі, mudаh-mudаhаn bіѕа mеmbеrі mаnfааt untuk anda ѕеmuа. bаіklаh, ѕаmраі jumра dі postingan artikel lаіnnуа.

Andа ѕеkаrаng mеmbаса artikel [Baca Novel Dewasa] A Man with Roses Ch. 13 (Hal. 31) dеngаn lіnk https://ebookzea.blogspot.com/2020/08/baca-novel-dewasa-man-with-roses-ch-13_48.html

0 Response to "[Baca Novel Dewasa] A Man with Roses Ch. 13 (Hal. 31)"

Post a Comment