[Baca Novel Dewasa] What They Say About You Ch. 20 (Hal.66)

[Baca Novel Dewasa] What They Say About You Ch. 20 (Hal.66) - Hallo ѕаhаbаt Mari Membaca Novel, Pаdа Artikel уаng аndа bаса kali іnі dеngаn judul [Baca Novel Dewasa] What They Say About You Ch. 20 (Hal.66), kаmі tеlаh mempersiapkan аrtіkеl іnі dеngаn bаіk untuk anda bаса dan аmbіl іnfоrmаѕі dіdаlаmnуа. mudаh-mudаhаn isi роѕtіngаn Artikel What They Say About You, уаng kаmі bagikan іnі dapat аndа pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : [Baca Novel Dewasa] What They Say About You Ch. 20 (Hal.66)
link : [Baca Novel Dewasa] What They Say About You Ch. 20 (Hal.66)

Baca juga


[Baca Novel Dewasa] What They Say About You Ch. 20 (Hal.66)

“Well, sounds complicated...,” komentar Mr. Ulrich setelah suasana kembali tenang.

Aku masih mengingat saat aku berlari keluar ruang kepala sekolah mengejar Saira dengan putus asa. Dan ternyata seseorang telah menunggunya di luar; dokter yang kulihat malam itu di rumah sakit. Saira sempat menatapku sejenak sebelum naik mobil di mana Sunny juga menunggunya.

Sunny sempat memanggilku dengan melambaikan tangan, “Pak Guru!” tapi tampaknya dia tidak diperbolehkan turun oleh neneknya yang akan naik mobil yang sama.

Minggu lalu dia masih mengenakan pakaian jelek serba hitam dengan tindik di hidung; aku tidak menyukainya. Lalu dia bilang akan pulang ke rumah demi Sunny. Aku luar biasa senang; dia tidak akan menghilang lagi dariku. Sekarang semuanya berbalik 180 derajat di mana saat ia bisa hidup selayaknya aku langsung tersingkir.

Saira selalu membuatku gila dan melihat anakku mencoba menggapai kepadaku, membuatku sangat terluka.

“Saya tidak tahu bahwa semuanya akan menjadi seperti ini,” kata dia lagi; kebingungan masih tampak di wajahnya yang penuh kerutan. “Ini di luar rencana...,”

“Rencana siapa?” aku bertanya; tapi pikiranku masih melantur.

I’m sorry for you, Sidney,...” ucap dia menatapku dengan kasihan. “Kamu mencoba melakukannya dengan benar, tapi kita tidak tahu dengan apa yang akan terjadi....”

“Apa Reggina membicarakan hal lain selain dari program yang ingin aku buat itu?” aku mulai curiga.

Aku tak lagi percaya pada kebetulan yang ajaib. Kebetulan yang ajaib malah membuatku kembali sengsara seperti ini.

Mr. Ulrich hanya menatapku.

“Aku punya firasat bahwa adikku merencanakan hal lain di luar itu,” kataku. “Tapi, dia nggak mengatakannya....”

Pria itu menarik nafas panjang, “Saya hanya ingin membantu, tapi, sebaiknya kamu menanyakannya pada Reggina,” jelasnya. “Your sister knows you better....”

Terakhir kali aku bertanya padanya, dia berkata seolah tidak tahu apa-apa. Semua orang sengaja berbohong padaku seperti menghukumku. Aku tidak berkeinginan untuk menelepon Reggina. Percuma bertanya kepadanya, dia tidak akan memberiku jawaban yang ingin kudengar. Saira pun seperti itu.

Aku berencana pulang lebih awal; tidak merasa bahwa istriku bisa menenangkanku. Aku tidak bisa menceritakan hal seperti ini padanya. Walau Magisa sudah tenang dan tampak bisa diandalkan tapi jika ia mendengar nama Saira, mood-nya akan terbalik secara ekstrim.

Dengan langkah lunglai, aku menuju kantorku dan seperti biasanya aku mendengar para guru perempuan bergosip. Hanya saja ada sesuatu yang berbeda kali ini. Aku mendengar suara rengekan Retha.

“Aku sudah bilang, Retha! Jangan mencampuri urusan orang lain! Kamu lihat sendiri, keadaan yang awalnya baik-baik saja, jadi kacau karena kamu nggak bisa mengendalikan rasa cemburu kamu!” Anna terdengar marah sementara Retha menangis. “Harusnya kamu menerima kenyataan kalau Sidney sudah menikah! Kamu nggak harus merasa iri dengan orang lain dengan mengatakan hal yang nggak-nggak ke istrinya Sidney!”

“Kalian bilang apa?” aku segera menyela.

Kedua perempuan itu terkejut. Namun Retha kelihatan takut setengah mati.

“Sid, kami...,” Anna mencoba mengatakan sesuatu tapi ia juga ketakutan.

“Katakan apa yang seharusnya nggak kalian lakukan tapi kalian lakukan?” aku bertanya lagi, lebih keras.

Anna mulai bingung. Lalu menoleh ke sahabatnya, “Kamu harus minta maaf, Ret...,” dia berkata. “Katakan saja....”

“Sidney, aku sama sekali nggak bermaksud jahat...,” dia meneteskan air mata tapi aku tidak percaya ucapannya itu

“Di mana kalian bertemu Magisa?” aku bertanya lagi.

“Jumat kemarin dia ke sini,” jawab Anna. “Aku nggak tahu persis tapi Retha sempat ketemu dia.”

Perempuan terkadang adalah makhluk mengerikan. Laki-laki memang sering menyakiti wanita. Tapi, saat wanita menyakiti laki-laki, caranya pasti lebih perih. Mereka selalu yang merasa paling tersakiti dan mengatakan hal-hal yang tak mereka pahami. Aku merasa muak! Aku muak dengan semua ini!

***



Dеmіkіаnlаh Artikel [Baca Novel Dewasa] What They Say About You Ch. 20 (Hal.66)

Sеkіаnlаh artikel [Baca Novel Dewasa] What They Say About You Ch. 20 (Hal.66) kаlі іnі, mudаh-mudаhаn bіѕа mеmbеrі mаnfааt untuk anda ѕеmuа. bаіklаh, ѕаmраі jumра dі postingan artikel lаіnnуа.

Andа ѕеkаrаng mеmbаса artikel [Baca Novel Dewasa] What They Say About You Ch. 20 (Hal.66) dеngаn lіnk https://ebookzea.blogspot.com/2020/08/baca-novel-dewasa-what-they-say-about_98.html

0 Response to "[Baca Novel Dewasa] What They Say About You Ch. 20 (Hal.66)"

Post a Comment