Judul : [Baca Novel Dewasa] What They Say About You Ch. 20 (Hal.67)
link : [Baca Novel Dewasa] What They Say About You Ch. 20 (Hal.67)
[Baca Novel Dewasa] What They Say About You Ch. 20 (Hal.67)
Masih segar di benakku saat aku pulang ke rumah karena mendengar Magisa dalam masalah. Aku terbang dari Australia ke Indonesia, hanya karena takut dia menyakiti dirinya sendiri karena kegagalan maketnya. Tapi, kali ini walaupun jarak sekolah dan rumah tak sejauh itu, aku merasa lebih khawatir lagi.
Istriku membenci Saira dengan sepenuh jiwanya. Kebodohan seorang wanita yang cemburu dan patah hati karenaku membuat dia harus mengetahui kenyataan yang paling dia benci. Semalam aku bermimpi bahwa istriku akan membunuhku; meski di dunia nyata itu tak mungkin; saat ini aku dilanda ketakutan yang luar biasa. Seperti seorang pengkianat negara yang tak akan diampuni saat tertangkap; seperti itulah aku saat ini. Seperti seorang lelaki penyelingkuh yang ketahuan dengan sangat telak.
Hari ini telah begitu tidak adil padaku. Apakah di rumah nanti aku harus menghadapi pertengkaran yang lebih besar lagi? Rumah tanggaku adalah masa depanku. Tapi, aku tak menjaganya dengan benar-benar karena tak bisa melupakan cinta masa laluku yang sekarang pergi dengan orang lain.
Aku baru sadar betapa bodohnya aku.
Tapi, di tengah perjalanan pulang, handphone-ku berbunyi. Vanessa, sekretarisku di kantor dulu.
“Hi, Sidney,” dia menyapaku dengan ramah seperti biasanya. “How are you?”
“Not really good,”jawabku. “It’s been a long time...”
“Well, your sisterS has landed today in Jakarta,” dia menjelaskan. “It was supposed to be at 3.00 pm in Indonesia. But, I tried to call Reggie and Triz. Their phones seems like unreachable. Are you with them?”
“Shit! I forgot that today they will be arrived...,” aku tiba-tiba kesal pada diriku. Bisa-bisanya aku melupakan hal itu.
“Oh? I just want to make sure that they’re fine...,” kata dia. “If you meet Reggie or Triz, please tell them that I’m waiting a phone call. You know, Triz has an asthma, and she forgot her medicine....”
“Ok.”
“Thanks, Sidney.”
Aku mulai mencoba menghubungi Reggina, tapi seperti yang dikatakan Vanessa. Nomornya tidak dapat dihubungi. Operator juga menjawab telepon Reggina dan Beatriz. Aku tidak suka mereka memberiku kejutan kedatangan mereka dengan cara seperti ini; walaupun salahku sendiri aku lupa dan tidak menjemput ke bandara. Namun, saat ini, ada hal yang lebih aku cemaskan daripada keluargaku yang mungkin saja naik taksi ke hotel dan mereka sedang menikmati spa karena lelah oleh perjalanan jauh.
Jam menunjukan pukul tiga sore saat aku tiba di rumah dengan perasaan khawatir yang sangat. Aku tidak ingin menemukan rumah dalam keadaan berantakan seperti saat Magisa membanting maketnya dan benda itu menjadi sampah di lantai. Atau pecahnya vas-vas bunga sehingga lantai dipenuhi beling yang bisa melukai.
Namun, suasana yang kutemui sangat jauh berbeda dengan apa yang terlintas di pikiranku barusan. Tak ada yang berubah. Perabotan berada di tempatnya; hanya saja suasana begitu hening. Mungkin, Magisa tidak ada di rumah. Tapi, aku keliru, istriku sedang berada di dapur dan dia sedang... memasak?
“Kamu sudah pulang?” dia bertanya dengan ramah padaku.
Aku tidak menjawab.
Magisa terlalu tenang untuk ukuran wanita yang tahu bahwa suami yang dia cintai pergi dengan wanita lain.
“Ini pertama kalinya kamu pulang cepat sejak kamu mengajar,” dia berkata sambil menghidangkan makanan di atas meja. “Kebetulan aku baru selesai masak. Kamu pasti lapar.”
“Gi, aku...,” aku bingung. Aku tidak tahu harus bagaimana melihat dia yang begitu terkendali.
Apa dia berusaha mengenyampingkan amarahnya? Tapi, setahuku Magisa tidak seperti itu. Dia mudah sakeli meledak; ini tentang Saira! Saira yang selalu membuatnya paranoid.
“Nanti aja bicaranya, kamu makan dulu ya?” dia berujar sambil duduk di kursi dan menungguku bergabung.
Aku tak punya pilihan lain. Mungkin, Magisa mencoba diplomatis. Dia berusaha untuk menghadapi masalah dengan kepala dingin. Ya semoga saja.
Semangkuk sup sudah tersaji di atas meja. Kelihatannya lezat. Tapi, kuperhatikan Magisa hanya duduk di sana dan tidak ikut makan. Dia masih tersenyum penuh seribu makna padaku.
“Kamu nggak bilang kalau adik-adik kamu ke sini,” kata dia.
“Aku... lupa mereka datang hari ini,” kataku dan Magisa mengangguk-angguk mengerti. Aku mengalihkan perhatian dengan mulai menyendok sup, menyatukannya dengan nasi dan makan seperti yang dia inginkan
“Habis kamu sibuk kerja,” katanya lagi. “Tapi, aku juga heran nggak satu pun dari mereka yang bilang ke aku. Kayaknya mereka nggak mau ketemu sama aku.”
“Terus dari mana kamu tahu kalau mereka ke sini?”
“Dari handphone kamu, tadi pagi,” dia menjelaskan. “Ada SMS dari Reggina.”
SMS? Kenapa aku tidak melihatnya? Aku mengernyit heran. Apa Magisa menghapusnya? Untuk apa?
“Kamu menghapus sesuatu di handphone-ku tanpa seizinku?” aku sedikit kesal, tapi entah mengapa tiba-tiba pandanganku mengabur. Kepalaku sakit; sakit yang merambat dengan cepat.
Aku memandangi makanan yang baru saja kutelan dan merasa curiga.
“Aku sudah melakukan banyak akhir-akhir ini, Sid,” kata dia. “Aku membuntuti kamu, memeriksa handphone kamu, ya karena aku nggak percaya dengan kegiatan amal yang kamu rencanakan. Ah ya, dan satu lagi, Reggina juga terlibat dengan semua ini....”
Aku tidak mendengarkan perkataannya sampai selesai karena tiba-tiba semuanya gelap. Benar mimpiku. Istriku membunuhku. Tapi, bukan dengan mencekik tapi meracuniku. Aku sudah lama tahu bahwa dia sosok yang obsesif; Magisa pernah melakukan segala cara mencapai tujuannya. Banyak sekali kejahatan yang dia lakukan dan aku memaafkannya.
Harusnya aku tidak menikahi wanita ini. Benar kata Reggina, aku menikahinya karena tidak enak pada perjuangannya mendapatkanku. Tapi, kenapa belakangan itu aku merasa aku begitu mencintainya? Mungkin karena Magisa terlalu pandai menyembunyikan bahwa inilah sifat aslinya.
***
Dеmіkіаnlаh Artikel [Baca Novel Dewasa] What They Say About You Ch. 20 (Hal.67)
Andа ѕеkаrаng mеmbаса artikel [Baca Novel Dewasa] What They Say About You Ch. 20 (Hal.67) dеngаn lіnk https://ebookzea.blogspot.com/2020/08/baca-novel-dewasa-what-they-say-about_87.html

0 Response to "[Baca Novel Dewasa] What They Say About You Ch. 20 (Hal.67)"
Post a Comment