[Baca Novel Dewasa] What They Say About You Ch. 13 (Hal.39)

[Baca Novel Dewasa] What They Say About You Ch. 13 (Hal.39) - Hallo ѕаhаbаt Mari Membaca Novel, Pаdа Artikel уаng аndа bаса kali іnі dеngаn judul [Baca Novel Dewasa] What They Say About You Ch. 13 (Hal.39), kаmі tеlаh mempersiapkan аrtіkеl іnі dеngаn bаіk untuk anda bаса dan аmbіl іnfоrmаѕі dіdаlаmnуа. mudаh-mudаhаn isi роѕtіngаn Artikel What They Say About You, уаng kаmі bagikan іnі dapat аndа pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : [Baca Novel Dewasa] What They Say About You Ch. 13 (Hal.39)
link : [Baca Novel Dewasa] What They Say About You Ch. 13 (Hal.39)

Baca juga


[Baca Novel Dewasa] What They Say About You Ch. 13 (Hal.39)

Kedua orang tua Magisa kelihatan bahagia saat melihatnya, walaupun Mama-nya sempat hampir meneteskan air mata saat memeluknya. Beberapa hari yang lalu sebelum pulang, aku sudah menceritakan keadaan Magisa dan penyebabnya. Mereka sangat khawatir dan memintaku agar cepat-cepat membawanya pulang. Karena tinggal di apartemen pasti hanya membuatnya tetap kesepian.
Magisa memiliki seorang kakak perempuan, Alma dan adik lelakinya, Robby. Alma sudah menikah dan memiliki tiga orang anak yang lucu, Sherin, Lucky dan Raisa. Suami Alma adalah seorang anak buah kapal yang saat ini berlayar ke luar negeri sehingga selama suaminya pergi Alma dan anak-anaknya tinggal di rumah orang tuanya. Sedangkan Robby adalah seorang mahasiswa tingkat akhir di jurusan mesin yang saat ini sedang menyelesaikan skripsi. Orang tua Magisa adalah pensiunan. Mama-nya adalah seorang guru sedangkan ayahnya dulu seorang polisi. Seperti yang aku tahu selama ini mereka adalah keluarga yang harmonis. Kupikir kembali berada di tengah tengah mereka akan mengembalikan semua sifat cerewet dan suka mengatur Magisa.
Namun, sejak kami tiba sampai detik ini, Magisa tetap saja murung. Dia bahkan tidak terlalu banyak bicara denganku.
“Maaf ya, Sid, Mama belum sempat belanja jadi nggak ada roti,” ucap Ibu mertuaku saat menghidangkan sayur tumis dana yam goreng di atas meja. “Semua pada sibuk beresin rumah dan kamarnya Magisa supaya kalian bisa tinggal di sana.”
“Kenapa nggak suruh Kak Alma aja?” celetuk Robby. “Sekali-kali suruh Kak Alma, ke pasar dong, Ma. Biar olahraga dan jadi langsing, nggak kayak sapi glonggongan!”
Alma di sampingnya langsung mengernyit kesal. “Lha nih anak! Nyentil gue!” balasnya sewot sementara Robby cekikikan. Alma memang berbadan bongsor dan cenderung malas bergerak. Hobinya adalah mengemil di sofa sambil menonton TV. Sedangkan anak-anaknya lebih sering diasuh nenek dan kakeknya. Aku dengar kadang Robby menjulukinya Kungfu Panda dan itu selalu membuatnya menjerit karena marah. “Gue gendut-gendut gini seksi tau!”
“Iya, iya,” balas Robby masih cekikikan. Sedangkan Robby adalah anak yang jahil dan konyol. Seringkali ia dan Alma tedengar saling ejek lalu berdamai dengan segelas sirup berwarna merah di atas meja. Karena mereka sama-sama menyukai minuman manis dan dingin.
“IIh reseh deh, Robby!” Alma masih tidak terima.
“Aduh kalian ini, malu sama ipar dong…” kata Ibu mereka sambil melirikku dan aku tersenyum.
“Nggak apa-apa, Ma,” ujarku.
“Mereka memang berisik,” kata ayah mertuaku lagi yang duduk di depanku. Ia tampak sudah memilih makanan mana yang akan ia santap lebih dulu selagi Mama menyiapkan piring untuknya.
“Magisa, kok kamu malah ngelamun?” tegur Ibu mertuaku sambil menoleh ke Magisa yang masih menopang dagu.
Tersadar Magisa melihat sekelilingnyatapi tak ada sepatah kata pun yang terucap dari bibirnya. Lalu dia kembali melirik piringnya yang masih kosong. Dia belum memindahkan apa-apa ke sana. Aku membantu mengambilkan mangkuk nasi yang isinya tinggal separuh agar Magisa bisa mengambilnya.
“Aku nggak lapar,” jawab dia sambil berdiri dan dengan wajah yang murung itu, ia pun berlalu dari ruang makan.
Semua mata tertuju padanya, tapi tak ada yang berani berkomentar. Hanya saja, kedua orang tuanya dan juga saudara-saudaranya jelas kelihatan sedih. Aku hampir saja ikut berdiri dari kursiku untuk menyusul tapi ketika Alma melarangku dan demikian juga ibu mertuaku yang ingin aku makan terlebih dahulu, aku pun membiarkannya. Aku pun juga tidak tahu harus bagaimana lagi.
***



Dеmіkіаnlаh Artikel [Baca Novel Dewasa] What They Say About You Ch. 13 (Hal.39)

Sеkіаnlаh artikel [Baca Novel Dewasa] What They Say About You Ch. 13 (Hal.39) kаlі іnі, mudаh-mudаhаn bіѕа mеmbеrі mаnfааt untuk anda ѕеmuа. bаіklаh, ѕаmраі jumра dі postingan artikel lаіnnуа.

Andа ѕеkаrаng mеmbаса artikel [Baca Novel Dewasa] What They Say About You Ch. 13 (Hal.39) dеngаn lіnk https://ebookzea.blogspot.com/2020/08/baca-novel-dewasa-what-they-say-about_63.html

0 Response to "[Baca Novel Dewasa] What They Say About You Ch. 13 (Hal.39)"

Post a Comment