Judul : [Baca Novel Dewasa] What They Say About You Ch. 21 (Hal.70)
link : [Baca Novel Dewasa] What They Say About You Ch. 21 (Hal.70)
[Baca Novel Dewasa] What They Say About You Ch. 21 (Hal.70)
Adikku, Beatriz-Margriet Adams meninggal dunia di usia 23 tahun karena asma. Dia tidak terselamatkan karena kami tidak memberinya obat segera. Aku tidak menyangka ini harus terjadi padanya. Dengan kesedihan mendalam, aku dan Reggina kembali ke Australia untuk menyiapkan acara pemakamannya.
Sampai detik adikku dimakamkan di samping ayahku, aku masih tidak percaya bahwa Triz yang tidak banyak bicara dan manja itu telah pergi untuk selamanya. Kejadian itu begitu singkat. Aku begitu marah pada diriku karena semuanya adalah salahku.
Seminggu setelah pemakaman, suasana rumah kami masih sunyi. Reggina masih sering menangis mengenang adik yang selama ini selalu bersamanya dan tidak pernah pergi ke kantor lagi.
“I’m so sorry...,”aku mendekati satu-satunya adik perempuanku yang berusaha saling menghibur. Lalu berlutut dan menunjukan penyesalanku. “Kalau bukan karena aku, ini nggak akan terjadi....”
Reggina terisak makin keras dan tertunduk sedih.
Sulit untuk menerima kepergian Beatriz yang terlalu cepat.
Tapi, ia menatapku, walau ia juga terisak, ia masih memberiku sebuah senyum. Dengan pelan dia mengusap wajahku. “You’ve been good, honey... you’ll always be....” katanya dan aku tak bisa lagi menahan tangisku. Aku ikut tertunduk hingga bahkan menangis dengan suara keras.
Aku masih tak mengerti, kenapa harus adikku yang mendapatkan imbas dari kesalahanku?
“Aku harusnya memberitahu kamu lebih awal tentangnya...,” kata Reggina. “Tapi, Triz melarangnya, karena dia nggak ingin menghancurkan rumah tangga kamu.... Aku nggak memberitahu dia semuanya....,”
Pedih di hatiku merambat dengan sangat cepat.
“Aku nggak mengatakan semuanya karena... takut hal yang lebih buruk akan terjadi...,” sambung dia; dan kembali meringis. “Aku menyesal....”
Reggina mengangkat kepalanya untuk menatapku. “Orang yang dibunuh Saira berteman dengan Magisa, Sid...,” katanya dan jantungku tiba-tiba berdetak keras. “Karena dia terbunuh, sulit untuk mencari kebenaran bahwa Magisa yang meminta dia menculik Saira. Magisa tahu Saira ke sini untuk mencari kamu....”
Semua menjadi masuk akal. Pantas saja Magisa begitu paranoid dengan kembalinya Saira. Aku ingat kata-katanya saat kami baru pindah ke Jakarta. “Aku takut dia kembali sewaktu-waktu untuk menghancurkan kita....”
Dia memiliki ketakutan yang begitu besar pada apa yang telah dia lakukan pada Saira. Untuk itu dia selalu merasa takut. Untuk itu dia selalu merasa curiga padaku.
Tanpa sadar aku mengepalkan tanganku dengan kuat. Tak tahu ke mana aku bisa melampiaskan kemarahanku saat ini. Semua hal tiba-tiba saja membuatku marah.
“Sidney...,” Reggina mengusap bahuku. Mungkin ia tahu amarah sedang bergejolak di dadaku, dan ia berusaha menenangkanku dengan tatapannya yang memohon. “Kita sudah melalui hal yang buruk... lupakanlah semuanya....”
Aku telah dibohongi ratusan kali. Harusnya kali ini aku bisa membela diriku bahwa aku pun tidak menginginkan hal ini terjadi. Tapi, malah di saat aku sudah mempunyai kesempatan, aku tak berdaya oleh permintaan ibuku.
“Sid, kita tahu ini sangat berat buat kamu, tapi sudahlah... kamu sudah melepaskan satu masalah dari hidup kamu dan jangan mengundang masalah yang baru...,” Reggina hanya menatapku sedih. “I’m sorry, Sid...,” ucapnya. “Cut it out. I tried my best to help you but now we can’t take it anymore....”
Perlahan tapi pasti, semuanya berubah. Jakarta, Indonesia, adalah negeri terlarang bagiku. Aku sudah bersumpah di hadapan ibu dan adikku bahwa aku tidak akan kembali ke sana. Di samping itu juga, jika kupaksakan apa yang bisa kutemui di sana?
Saira bisa saja akan menikah dengan orang lain dan Sunny akan memanggilnya ayah. Aku akan tetap tinggal sebagai ‘Pak Guru’ di dalam kepalanya dan suatu saat nanti dia juga akan melupakan sosokku. Aku sudah membayar mahal untuk bisa bersama perempuan yang kucintai dan anak yang tidak akan pernah tahu siapa ayahnya; yaitu dengan nyawa adikku. Aku sudah tidak tahan lagi.
Sejak itu, hal kecil pun terasa begitu memuakkan. Aku pulang ke Double Bay hanya untuk membakar semua foto pernikahanku atau apa pun yang mengingatkanku pada perempuan yang kutinggalkan di rumah sakit jiwa. Aku tak ingin mengingatnya sedikitpun namun kata-katanya yang seolah benar itu terngiang. Itulah yang membuatku mempercayainya; itulah yang membuatku benar-benar kehilangan kesempatanku.
Kebetulan-kebetulan itu adalah takdir; takdir yang akhirnya menunjukan bahwa aku telah lama berdiri di atas penderitaan orang lain. Dan untuk itulah aku dihukum.
Aku Sidney Adams, memiliki kekayaan yang tak pernah habis. Aku bisa membeli semuanya dengan uangku. Aku bisa melakukan apa saja yang kusukai. Bahkan jika saat ini aku membunuh orang, aku tidak akan pernah masuk penjara. Tidak ada yang berani melawanku. Aku memliki semua yang orang inginkan di dunia ini tapi... aku... aku tidak memiliki apa yang orang lain miliki. Aku tidak bisa menikahi perempuan yang paling kucintai; aku juga bahkan tidak berani menemui anakku seperti seorang pengecut.
Itulah aku. Itulah aku.
***
Dеmіkіаnlаh Artikel [Baca Novel Dewasa] What They Say About You Ch. 21 (Hal.70)
Andа ѕеkаrаng mеmbаса artikel [Baca Novel Dewasa] What They Say About You Ch. 21 (Hal.70) dеngаn lіnk https://ebookzea.blogspot.com/2020/08/baca-novel-dewasa-what-they-say-about_14.html

0 Response to "[Baca Novel Dewasa] What They Say About You Ch. 21 (Hal.70)"
Post a Comment